Kayu bengkirai dikenal sebagai material dengan karakter kuat dan tahan lama untuk berbagai kebutuhan hunian. Tidak hanya digunakan sebagai elemen konstruksi, kayu ini juga banyak dimanfaatkan untuk decking kayu, furnitur, dan area luar ruang.
Lantas, apa yang membuat jenis kayu ini banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut? Simak pembahasan berikut untuk mengenal karakter, kelebihan, kekurangan, hingga penggunaan kayu bengkirai sebelum memilihnya untuk hunian Anda.
Apa Itu Kayu Bengkirai?
Kayu bengkirai merupakan salah satu jenis kayu keras tropis yang dikenal juga sebagai Yellow Balau. Kayu ini banyak ditemukan di kawasan hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Kalimantan, dan dikenal dengan karakter kayunya yang padat serta berat.
Karakter tersebut membuat kayu bengkirai banyak digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan. Aplikasinya mencakup berbagai kebutuhan eksterior, konstruksi, decking, hingga furnitur outdoor.
Apa Ciri-Ciri Kayu Bengkirai?
Warna Kayu
Warna kayu bengkirai cenderung kuning hingga kuning kecokelatan saat masih baru. Seiring waktu, terutama ketika terpapar kondisi luar ruang, warnanya dapat menjadi lebih gelap atau berubah menjadi abu-abu alami.
Tekstur dan Serat
Tekstur bengkirai dapat terasa halus hingga agak kasar, dengan serat yang umumnya lurus atau saling mengunci. Tampilan naturalnya membuat kayu ini tetap estetik setelah diberi finishing yang sesuai.
Bobot dan Kekerasan
Bengkirai memiliki bobot relatif berat dan termasuk kayu keras. Karakter ini mendukung penggunaannya pada area dengan beban dan tingkat keausan yang lebih tinggi, tetapi juga membuat proses pengerjaannya membutuhkan alat yang sesuai.
Baca juga: Panduan Memilih Jenis Kayu untuk Furniture
Seberapa Kuat dan Awet Kayu Bengkirai?
Kayu bengkirai termasuk kayu keras dengan kerapatan sekitar 0,92 g/cm³ dan tingkat kekuatan tinggi, sehingga sesuai untuk penggunaan yang membutuhkan ketahanan terhadap beban, seperti lantai, decking, dan konstruksi.
Dari sisi keawetan, kayu terasnya tahan terhadap jamur perusak kayu dan rayap. Berdasarkan DIN EN 350-2, kayu teras bengkirai termasuk kelas keawetan 2 atau awet.
Durabilitasnya mendukung penggunaan luar ruang, tetapi perubahan suhu dan kelembapan tetap dapat menyebabkan penyusutan atau perubahan bentuk. Pengeringan yang terlalu cepat juga dapat meningkatkan risiko retak pada bagian ujung.
Apa Kelebihan Kayu Bengkirai?
Beberapa kelebihan kayu bengkirai yang membuatnya banyak digunakan untuk hunian dan konstruksi antara lain:
- Kuat dan awet, sehingga sesuai untuk penggunaan yang membutuhkan daya tahan tinggi.
- Tahan untuk penggunaan luar ruang, termasuk decking kayu dan elemen eksterior.
- Tampil estetik dengan warna kuning kecokelatan dan serat yang memberi kesan natural.
- Memiliki durabilitas baik, terutama pada bagian kayu teras.
- Relatif ekonomis dibandingkan beberapa jenis kayu keras premium, tergantung spesifikasi dan pasokan.
Apa Kekurangan Kayu Bengkirai?
Di samping kelebihannya, ada beberapa kekurangan kayu bengkirai yang perlu diperhatikan:
- Rawan retak, terutama jika proses pengeringan dilakukan terlalu cepat.
- Dapat mengalami muai-susut akibat perubahan kadar air dan kondisi lingkungan.
- Memiliki bobot berat, sehingga perlu dipertimbangkan saat pemindahan dan pemasangan.
- Lebih menantang untuk diolah karena karakter kayunya yang keras.
- Membutuhkan pengolahan dan perawatan yang tepat agar tampilan serta daya tahannya tetap terjaga.
Kayu Bengkirai Digunakan untuk Apa?
Kayu bengkirai banyak digunakan untuk kebutuhan hunian hingga konstruksi karena karakter kayunya yang kuat dan tahan lama. Beberapa penggunaannya meliputi:
- Decking kayu dan lantai kayu outdoor untuk teras, taman, balkon, serta jalur luar ruang yang membutuhkan material tahan cuaca.
- Atap dan elemen eksterior seperti rangka tertentu, lambersering, dan bagian rumah lainnya.
- Furnitur outdoor seperti meja dan kursi, bangku, serta furnitur taman membutuhkan material yang kuat dan kokoh.
- Konstruksi berat seperti jembatan, bantalan rel kereta, lantai, balok, dan struktur bangunan tertentu sesuai spesifikasi material.
Apakah Kayu Bengkirai Cocok untuk Keperluan Eksterior Rumah?
Bengkirai cocok untuk banyak keperluan eksterior rumah karena memiliki durabilitas alami yang baik. Meski demikian, kayu tetap perlu dipasang dengan benar dan dirawat secara berkala, terutama ketika terus terkena hujan, matahari, dan perubahan suhu.
Finishing dapat membantu mempertahankan tampilan dan mengurangi dampak paparan lingkungan. Detail pemasangan seperti celah antarpapan dan drainase juga perlu diperhatikan agar air tidak terjebak.
Bagaimana Pengolahan Kayu Bengkirai?
Pengolahan bengkirai meliputi proses pemotongan, penyerutan, pembboran, pembentukan, hingga pemberian finishing. Karena materialnya keras dan berat, alat potong perlu berada dalam kondisi baik agar proses pengerjaan lebih terkendali.
Saat diserut atau diukir, arah serat juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko permukaan terbelah. Setelah bentuk dan ukuran sesuai, kayu dapat diberi cat, minyak, atau lapisan finishing lain sesuai kebutuhan. Pengrajin juga perlu memastikan kayu telah memiliki kadar air yang sesuai sebelum masuk tahap pemasangan.
Kayu Bengkirai vs Kayu Jati, Apa Bedanya?
Bengkirai dan kayu jati sama-sama termasuk hardwood yang dapat digunakan untuk furnitur dan kebutuhan bangunan, tetapi karakter keduanya berbeda.
Bengkirai cenderung lebih berat dan sangat umum digunakan untuk aplikasi outdoor, sedangkan jati dikenal dengan karakter dan tampilan yang berbeda.
Pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tampilan, kondisi penggunaan, metode pengerjaan, serta anggaran. Jadi, tidak ada satu jenis yang otomatis lebih baik untuk semua proyek.
Kayu Bengkirai vs Kayu Ulin atau Merbau
Jika dibandingkan dengan kayu ulin dan kayu merbau, bengkirai sama-sama dikenal sebagai kayu keras untuk penggunaan outdoor. Perbedaannya dapat terlihat pada bobot, warna, tekstur, kemudahan pengerjaan, ketahanan, dan harga relatif.
Karena karakter tiap material dan grade dapat berbeda, pemilihannya sebaiknya mengikuti kebutuhan proyek, bukan hanya nama jenis kayunya.
Baca juga: Alat untuk Membuat Furniture
Berapa Harga Kayu Bengkirai?
Harga kayu bengkirai dapat berbeda berdasarkan ukuran, panjang, ketebalan, grade, kadar air, serta bentuk papan atau balok.
Harga kayu bengkirai per kubik diperkirakan sekitar Rp9,75 juta–Rp13,5 juta sebagai kisaran harga pasar yang dapat dijadikan acuan. Namun, harga aktual dapat berbeda sesuai spesifikasi.
Lokasi dan supplier juga memengaruhi harga yang dijual per meter atau per meter kubik. Karena itu, sebaiknya bandingkan kayu dengan spesifikasi yang setara sebelum membeli.
Bagaimana Memilih Kayu Bengkirai yang Bagus?
Perhatikan beberapa tips berikut saat memilih kayu bengkirai:
- Pilih kayu yang minim retak dan cacat.
- Pastikan kayu lurus dan tidak melengkung atau melintir.
- Periksa kadar air agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
- Perhatikan serat dan warna untuk mendapatkan tampilan yang sesuai.
- Sesuaikan ukuran kayu dengan kebutuhan proyek.
- Pertimbangkan penggunaannya untuk area dalam atau luar ruang.
- Pilih finishing yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan dan tampilan.
Apakah Kayu Bengkirai Cocok untuk Furniture?
Kayu bengkirai cukup kuat untuk berbagai furniture, tetapi bobot dan kekerasannya perlu diperhitungkan. Material ini juga membutuhkan pengerjaan yang presisi agar sambungan tidak meningkatkan risiko retak.
Karena bengkirai termasuk kayu keras dengan bobot tinggi, pemilihan ukuran fastener dan metode pemasangan perlu disesuaikan agar sambungan kuat tanpa meningkatkan risiko retak pada material.
Pertimbangkan Kebutuhan Kayu Bengkirai Sebelum Memilih Fastener
Kayu bengkirai memiliki karakter kuat, awet, dan sesuai untuk berbagai kebutuhan hunian, terutama area luar ruang. Namun, bobot, kekerasan, risiko retak, serta proses pengolahan dan pemasangannya tetap perlu diperhatikan.
Untuk sambungan kayu keras seperti bengkirai, gunakan fastener yang sesuai dengan material dan kebutuhan pekerjaan. Temukan pilihan paku coil dan peralatan fastening melalui Supplier Coil Nails Terpercaya.
FAQ
1. Kayu bengkirai itu kayu apa?
Kayu bengkirai adalah kayu keras tropis yang dikenal juga sebagai Yellow Balau dan banyak digunakan untuk eksterior, decking, furnitur, serta konstruksi.
2. Apakah kayu bengkirai kuat?
Ya. Bengkirai memiliki karakter keras, berat, dan durabilitas alami yang baik, meski performanya tetap dipengaruhi kualitas material dan kondisi penggunaannya.
3. Apakah kayu bengkirai cocok untuk outdoor?
Cocok untuk banyak aplikasi outdoor seperti decking dan elemen eksterior, dengan pemasangan, finishing, dan perawatan yang sesuai.
4. Apakah kayu bengkirai mudah retak?
Bengkirai dapat mengalami retak, terutama jika proses pengeringan terlalu cepat atau material dipasang tanpa memperhatikan perubahan dimensinya.
5. Apa nama lain kayu bengkirai?
Kayu bengkirai dikenal juga dengan nama Yellow Balau atau Balau dalam perdagangan kayu.
6. Mana yang lebih cocok, bengkirai atau jati?
Keduanya memiliki karakter berbeda. Pilihan bergantung pada kebutuhan penggunaan, budget, tampilan, pengerjaan, dan tingkat perawatan yang diinginkan.